Siswa siswi SMP N 3 Batealit melaksanakan kegiatan P5 dengan tema gaya hidup berkelanjutan. Topik yang dipilih kali ini yakni “hijaukan ramadhan, selamatkan bumi”. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari secara berturut-turut mulai tanggal 17-19 Maret 2025. Kegiatan P5 ini dilaksanakan guna siswa lebih semangat dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah. Sehingga Siswa siswi dapat melestarikan bumi dengan cara mengenal dan membedakan jenis-jenis sampah.

Senin 17 Maret 2025, terdapat tiga materi yang didapatkan oleh siswa yakni gaya hidup berkelanjutan dan permasalahan sampah, mengenal jenis-jenis sampah dan pengelolaan, dan membuat map maping. Setelah siswa dapat memahami jenis sampah dan permasalahan sampah, diharapakan mampu membuat map maping atau peta konsep. Map maping dibuat secara individu pada kertas HVS yang telah disediakan oleh sekolah.

Siswa sedang mengamati video pembuatan Ecobrick

Hari selanjutnya yakni 18 Maret 2025, siswa mulai mengenal pembuatan ecobrik dengan memanfaatkan limbah plastik. Berbeda dengan kelas 7 dan 8, siswa kelas 9 mulai mengenal dan membuat kreasi dari sampah, baik sampah plastik maupun sampah kertas. Sehingga kelas 9 akan menghasilkan produk yang akhir yang berbeda. Materi yang ketiga yakni siswa siswi membuat poster yang tentang sampah. Sebelumnya sudah disampaikan kepada seluruh siswa untuk membawa peralatan gambar sehingga hasil poster yang dihasilkan akan lebih bagus dan berwarna. Selain itu siswa juga diharapan menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan praktik baik itu pembuatan ecobrik maupun kreasi dari limbah sampah.

Rabu 19 Maret 2025 seluruh siswa melaksanakan praktik secara langsung di sekolah. Kelas 7 dan 8 praktik pembuatan ecobrik di sekolah. Sebelumnya seluruh siswa sudah menyiapkan sampah platik dan botol bekas untuk bahan-bahan pembuatan ecobrik. Dengan didampingi guru siswa dapat melaksanakan kegiatan ini dengan baik. Pembuatan ecobrik ini dilakukan secara individu, sehingga setiap siswa mendapat tugas untuk membuat 3 botol ecobrik. Jika belum selesai di sekolah, dapat dilanjutkan di rumah.

Siswa praktik membuat kreasi dari sampah